Luaskan hati

Punya hati seluas danau sedalam lautan itu perlu. Sangat perlu. Terutama jika kita hidup bersama dengan orang-orang baru, beraneka ragam karakter dalam waktu yang lama.

Tetap senyum.. senyum… dan senyum.

hias jelly

Rabu, 18 Desember 2013

DSC_0471Class meeting hari ke 2 lomba menghias jelly. Yang menarik disini anak-anak yg menghiasnya sendiri.Yup.. It’s really fun.DSC_0469

Ketika tak lagi sama.
Ketika ada hal-hal yang berubah.
Ketika aku harus mengambil tindakan.
Ketika aku bingung harus bagaimana memulainya.
Ketika….ketika…ketika…

Mulai. Aku musti memulainya. Bismillah….

dia

Masih seperti ini.
Ingin sampai kapan akan seperti ini?
Dengan cara apa aku merubahnya?
Aku belum bisa melakukan apapun untuknya. Untuk menolongnya. Sungguh menyesakkan bila diingat-ingat. Serasa tak ada manfaatku bersamanya.

merasalucudengandirisendiri

MasyaAllah.. Campur-campur hari ini rasanya…

Sudahlah… Biarkan saja.. Tidak ada hubungannya juga dengan ku. Kenapa aku harus merasa kecewa? Forget it. Tak seharusnya aku begini. Bukan aku tapi yang lain. Sudah jelas sekali. Lucunya aku yang merasa seperti ini.

Dan tak seharusnya aku bimbang untuk memilih karena sudah jelas lebih urgent yang mana.

Tegarlah.

Kuatlah.

Semua akan baik-baik saja.

Tidak Tau

Saat dihadapkan dua pilihan yang… entahlah.. semuanya punya kadar konsekuensi masing-masing. Dan di sisi mana yang akan aku pilih.

Jika ditelusuri aku lebih memilih untuk kembali. Aku sudah tertinggal jauh.. jauh sekali. Tidak bolehkah aku segera mengejarnya? Karena untuk mengejar hal “itu” tidaklah semudah membalikkan selembar kertas. Butuh ekstra kesabaran, ketelitian dan keuletan.

Di sisi lain, ada tanggung yang musti aku selesaikan. Aku tak ingin mengecewakan “permata-permata” itu. Hanya tinggal sedikit waktu saja kebersamaanku. Sebenarnya aku tidak tahu persis apakah “permata-permata” itu merasa kecewa atau tidak saat aku memilih   kembali. Tetapi akan ada beberapa orang yang terdzolimi ketika aku memilihnya.

Jika aku memilih opsi pertama apakah terlalu nampak ke-ego-anku? Dan jika aku memilih opsi kedua, bisakah aku “mengejarnya” tepat waktu?

Sergio is Sergio

This boy is Sergio. hari Jumat kemarin saya dan Sergio main kereta2an. Sergio jadi masinis ganteng dan saya jadi pengawas gendutnya (walaupun saya ga gendut sih hehe.. biarlah..).

kelas L-1 Moon menjadi stasiun induk kereta Sergio (eh.. istilah stasiun induk tuh ada ga ya???). Jadi, tempat istirahat, tempat perbaikan kereta, empat pengisian bahan bakar tempatnya di L-1 Moon.

Saya musti ngikutin kemana kereta Sergio pergi, kalau tidak… bisa laju kemana-mana dia.. ^_^

Ini dalam rangka mengajak dan membujuk Sergio supaya mau mengerjakan exercise. Padahal cuman main kereta2an lho.. dan alhamdulillah cukup efektif. Kadang hal sederhana bisa menarik perhatian anak.. hihi.. SEMANGAT

My Moon

???????????????????????????????They are my children… My precious children.
Oh Allah… safe them from badness, love them with Your Mercy… Aamiin ya rabbal’alamin